Latar Balakang Pendirian

Diposting tanggal: 31 Mei 2010

Saat awal berdirinya, SALMA menempati ruangan seluas 6 x 7 m², di salah satu ruangan Ar-Raudhah Griya Kerudung. Dengan kapster sebanyak 2 orang, baru melayani gunting, creambath, dan facial.

Salon SALMA khusus melayani muslimah ( wanita Islam ), dan membatasi pelayanannya dengan tidak melayani hal-hal yang dilarang dalam Islam. Saat itu belum ada salon yang memadai yang bisa digunakan oleh muslimah berkerudung sebagai tempat perawatan. Pemilik SALMA sendiri merasa kesulitan mencari tempat yang tertutup yang masih bisa menjaga auratnya, sehingga mengambil kesimpulan bahwa banyak muslimah berkerudung lain yang juga membutuhkan salon khusus muslimah.


Sampai saat ini, dan Insya Alloh untuk seterusnya, SALMA tidak melayani hal-hal yang dilarang dalam Islam seperti menyanggul ( menyambung rambut ), memasang bulu mata palsu, mencukur/mencabut alis sedikit maupun banyak, dan tidak menyemir rambut dengan warna hitam.


Dalam hal ini, pemilik menjadikan salon SALMA sebagai sarana dakwah bagi kaum muslim, khususnya para muslimah. Dan dengan menjauhi larangan-larangan Alloh, pemilik berharap rizki yang dihasilkan SALMA akan membawa keberkahan bagi pemilik, karyawan, dan orang-orang yang terlibat di dalamnya.


Salon SALMA juga menjadi sarana dakwah bukan hanya bagi para tamu-tamu SALMA, melainkan juga bagi para karyawan dan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Pemilik berharap, keluarga besar SALMA akan sejahtera dan meningkat derajatnya dunia dan akhirat. Amin.


Dengan ijin Alloh SWT, Salon SALMA akan terus mengembangkan diri, baik dari segi fisik bangunan, jenis pelayanan, kualitas pelayanan, kualitas karyawan,  maupun managemen salon. Mulai bulan April 2008, SALMA berkembang menjadi Rumah Kecantikan dan Kebugaran Muslimah, dan menempati gedung baru dengan fasilitas yang jauh lebih baik. Mudah-mudahan pengembangan SALMA ini berjalan dengan lancar dan bisa terus berkembang sesuai dengan kebutuhan.